Langsung ke konten utama

Kelebihan dan Kekurangan Obat Tidur yang Wajib Anda Ketahui

obat-tidur-doktersehat

DokterSehat.Com – Gangguan tidur memang tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya gangguan tidur mampu merusak pola tidur seseorang yang pada akhirnya bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan lainnya. Salah satu solusi yang dapat dipilih untuk mengatasi gangguan tidur adalah penggunaan obat tidur.

Namun, sama halnya seperti semua jenis obat lainnya, obat tidur memiliki beberapa kelebihan dan juga kekurangan. Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat tidur, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dulu apa saja kekurangan dan kelebihan obat tidur tersebut. Tapi sebelum beranjak ke kakurangan dan kelebihan dari obat tidur, pertama-tama Anda harus mengetahui terlebih dulu apa saja penyebab umum dari gangguan tidur.

Penyebab Gangguan Tidur

Gangguan kesulitan tidur bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut adalah penyebab insomnia atau susah tidur yang paling umum:

1. Konsumsi kafein

Penyebab insomnia yang pertama adalah konsumsi kafein. Perlu Anda ketahui bahwa kafein bukan hanya berasal dari kopi saja tapi juga bisa berasal dari jenis makanan dan minuman lainnya. Kafein adalah jenis zat yang bisa membuat Anda terjaga lebih lama. Kafein bertahan sekitar 8-14 jam dalam aliran darah setelah dikonsumsi.

Maka dari itu, mengonsumsi kafein di siang dan sore hari memungkinkan membuat Anda tetap terjaga, Sebaiknya batasi konsumsi kafein pada pagi hari saja jika Anda tidak ingin efek dari kafein bertahan hingga malam hari.

2. Ketidakseimbangan hormon

Penyebab insomnia yang kedua adalah ketidakseimbangan hormon. Pada kondisi tubuh tertentu pada wanita seperti saat hamil, menstuasi atau ketika menopause, umumnya hormon dalam tubuh jadi tidak seimbang. Efeknya bisa berpengaruh pada zat kimia dalam otak yang mengatur waktu tidur seseorang.

3. Stres

Stres atau banyak pikiran juga sangat umum menyebabkan insomnia. Ketika stress, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin dan juga kortisol. Kedua hormon ini mampu membuat Anda terus terjaga dan jadi kesulitan untuk tidur. Menghilangkan gejala insomnia yang disebabkan stress tidak bisa menggunakan obat tidur, tapi hanya bisa jika Anda memiliki manajemen stres.

4. Depresi

Penyebab selanjutnya adalah depresi. Stres berbeda dengan depresi karena efek depresi lebih besar dan depresi juga sudah tergolong ke dalam penyakit mental. Depresi bisa membuat seseorang sedih berkepanjangan dan merasa cemas setiap waktu. Situasi ini pun berpengaruh pada kadar serotonin dalam tubuh sehingga Anda pun kesulitan untuk tidur.

5. Konsumsi makanan dan minuman

Gangguan tidur juga bisa disebabkan dari pola konsumsi makanan dan minuman yang salah. Contohnya seperti konsumsi alkohol yang bisa mengurangi waktu tidur pulas Anda. Contoh lainnya adalah seperti konsumsi makanan yang terlalu dekat dengan jam tidur sehingga Anda menimbulkan ketidaknyamanan ketika Anda ingin tidur.

baca juga: Daripada Memakai Obat Tidur, Mengapa Tidak Memakai Bahan Alami Ini Saja?

Kelebihan Obat Tidur

Manfaat utama dari obat tidur tentu saja adalah dapat membentu Anda untuk mengatasi gangguan tidur Anda. Tapi tentunya kelebihan obat tidur bukan hanya sekedar membuat Anda tertidur saja. Obat tidur yang umum diberikan adalah Benzodiazepin. Obat ini akan merangsang neurotransmitter GABA (gamma-aminobutirat) yang dapat memberikan efek menenangkan gejala cemas dan gelisah.

Selain itu, terdapat juga obat tidur yang berpengaruh terhadap reseptor melatonin dan dapat membantu mempercepat proses tidur dan mengatur siklus tidur Anda. Obat tidur tidak hanya sekedar membuat Anda tertidur tetapi juga merelaksasi otot, mengurangi kecemasan, dan memberikan perasaan nyaman dan bahagia sehingga Anda pun dapat tidur dengan tenang.

Kekurangan Obat Tidur

Dibalik manfaat obat tidur, tentunya obat tidur juga memiliki kekurangan dan bahaya yang harus Anda waspadai. Berikut adalah beberapa kekurangan obat tidur yang membuat obat tidur tidak boleh dikonsumsi sembarangan:

1. Ketergantungan obat

Kekurangan obat tidur yang pertama adalah dapat menyebabkan ketergantungan. Hampir semua jenis obat tidur memberikan efek ketergantungan, sehingga jika Anda berhenti mengonsumsi obat tidur tersebut maka Anda tidak bisa tidur atau kualitas tidur Anda jadi memburuk. Selain itu, Anda juga bisa mengalami gejala sakau seperti mual, berkeringat, dan gemetar ketika menghentikan konsumsi obat tidur tersebut.

2. Risiko kematian dan kecelakaan

Kekuragan obat tidur selanjutnya adalah dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan kematian. Konsumsi obat tidur melebihi dosis yang disarankan dapat menimbulkan gangguan seperti pada sistem pernapasan. Di sisi lain, efek mengantuk dari obat tidur juga bisa membua seseorang tidak fokus pada hal yang dikerjakan.

Konsumsi obat tidur pada malam hari mungkin saja dapat menyisakan efek mengantuk di pagi hari ketika Anda mengamudi, sehingga risiko kecelakaan pun meningkat.

3. Toleransi obat

Penggunaan obat tidur dalam jangka waktu yang lama memungkinkan Anda untuk terus menambah dosis obat tidur dari waktu ke waktu. Jika dosis tidak ditambah, kemungkinan efek obat tidak akan lagi mempan bagi Anda. Tapi yang perlu diingat juga adalah setiap dosis yang meningkat tentunya juga akan meningkatkan efek samping yang mungkin terjadi.

4. Interaksi obat

Interaksi obat bisa menyebabkan kinerja obat menurun atau menaikkan tingginya risiko efek samping. Konsumsi obat tidur umumnya dilakukan secara rutin. Jika Anda mengalami penyakit lain yang mengharuskan Anda mengonsumsi obat tertentu, bisa jadi terjadi interaksi obat dari obat tersebut dan juga obat tidur.

5. Hanya menjadi solusi sementara

Banyak orang yang mengalami insomnia tanpa mengetahui penyebab pastinya. Obat tidur tanpa resep pun dijadikan solusi untuk mengatasinya. Tapi tanpa mengetahui akar masalahnya, tentunya masalah tidur ini pada akhirnya tidak akan pernah selesai. Pada kasus seperti ini obat tidur hanya menjadi solusi sementara yang kemudian justru menutupi masalah yang sesungguhnya.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Konsumsi Obat Tidur

Obat tidur memang memiliki banyak kelebihan, tapi obat tidur juga memiliki banyak sekali kekurangan. Maka dari itu, penting sekali bagi Anda untuk memerhatikan beberapa hal berikut ini sebelum mengonsumsi obat tidur:

  • Ketahui terlebih dulu apa penyebab insomnia yang Anda alami. Tidak semua gangguan tidur harus diobati dengan obat tidur.
  • Cobalah terlebih dulu obat tidur alami seperti minum teh chamomile, konsumsi makanan tinggi magnesium, makanan memicu produksi melatonin, atau memasang aroma terapi di kamar Anda.
  • Gunakan obat tidur sesuai dengan dosis dan aturan pakainya. Jangan mengganti dosis obat tidur tanpa konsultasi terlebih dulu dengan dokter.
  • Jika terjadi reaksi yang tidak diinginkan seperti alergi, mual, muntah, nyeri, dan gejala lainnya setelah konsumsi obat tidur, sebaiknya hentikan penggunaan obat tidur dan konsultasikan kembali pada dokter.
  • Jangan mencoba jenis obat tidur baru pada malah hari jika keesokan harinya Anda harus berkegiatan yang mengharuskan Anda berkonsentrasi. Pada penggunaan obat pertama kali Anda tidak mengetahui sepanjang apa efek dari obat tidur tersebut.
  • Jangan konsumsi obat tidur bersamaan dengan alkohol karena bisa berisiko kematian.

Jika ingin menghentikan konsumsi obat tidur, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Penghentian pemakaian obat tidur memungkinkan Anda untuk mengalami insomnia yang lebih parah dari sebelumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...