Langsung ke konten utama

Kanker Payudara pada Pria – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

kanker-payudara-pria-doktersehat

DokterSehat.Com – Meskipun laki-laki tidak memiliki payudara seperti wanita, laki-laki memiliki sejumlah kecil jaringan payudara. “Payudara” dari seorang pria dewasa mirip dengan payudara seorang gadis sebelum pubertas. Pada anak perempuan, jaringan ini tumbuh dan berkembang, namun pada pria, tidak.

Tapi karena masih berupa jaringan payudara, pria bisa mendapatkan kanker payudara. Pria mendapatkan jenis yang sama dari kanker payudara yang menyerang perempuan, tetapi kanker pada bagian-bagian dari payudara seperti bagian produksi dan penyimpanan ASI jarang terjadi.

Baca juga: Orgasme Dan Kanker Payudara Pada Pria

Faktor Risiko Kanker Payudara pada Pria

Sangat jarang bagi seorang laki-laki di bawah usia 35 tahun untuk terjangkit kanker payudara. Kemungkinan kanker payudara pada pria naik seiring dengan usia. Kebanyakan kanker payudara terjadi pada pria antara usia 60 tahun dan 70 tahun.

Faktor risiko lain dari kanker payudara pada pria termasuk:

  • Adanya kanker payudara pada saudara perempuan dekat (ibu, nenek, tante, kakak kandung, atau adik kandung)
  • Riwayat paparan radiasi dada
  • Adanya pembesaran payudara (ginekomastia) dari hormon atau obat perawatan, atau bahkan akibat infeksi dan toksin
  • Intake estrogen
  • Sebuah kondisi genetik langka yang disebut sindrom Klinefelter
  • penyakit hati yang berat (sirosis)
  • Penyakit testis seperti mumpsorchitis, cedera testis, dan testis tidak turun.

Seberapa parah kanker payudara pada pria?

Awalnya, para ahli menduga kanker payudara pada pria lebih parah daripada wanita, ternyata setelah diteliti, keparahan antara pria dan wanita adalah sama.

Yang membuat kanker payudara pria terlihat lebih parah adalah karena pada stadium awal, kanker payudara pria seringkali tidak terdeteksi. Hal ini dapat diakibatkan ketidaktahuan masyarakat bahwa kanker payudara dapat dialami pria sehingga kanker payudara pada pria sering didiagnosis terlambat.

Hal tersebut mungkin karena pria cenderung curiga sesuatu yang aneh di daerah dada dan menyangkal jika itu berasal dari payudara. Juga, karena jaringan payudara laki-laki lebih kecil sehingga lebih sulit untuk dirasakan dan sulit dideteksi lebih awal. Ini juga berarti bahwa tumor dapat menyebar lebih cepat ke jaringan sekitarnya.

Gejala Kanker Payudara Pria 

Tanda-tanda kanker payudara pada laki-laki adalah sama dengan yang dialami pada wanita. Sebagian besar kanker payudara laki-laki yang didiagnosis ketika seorang pria menemukan sebuah benjolan di dadanya. Tapi tidak seperti wanita, pria cenderung menunda pergi ke dokter sampai mereka memiliki gejala yang lebih parah, seperti perdarahan dari puting. Pada saat itu kanker mungkin sudah menyebar.

Baca juga: Jarang Orgasme Tandai Kanker Payudara pada Pria

Penyebab Kanker Payudara pada Pria

Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan sel-sel di payudara menjadi kanker. Namun, sejumlah faktor risiko untuk kanker payudara pada pria telah diidentifikasi:

1. Reseptor estrogen

Sekitar 9 dari 10 kanker payudara pada pria memiliki reseptor estrogen pada membran sel mereka. Reseptor estrogen pada membran sel memungkinkan molekul estrogen untuk berikatan dengan sel kanker. Estrogen yang mengikat sel-sel kanker menstimulasi pertumbuhan dan perkalian sel.

2. Sindrom Klinefelter

Ini adalah tempat bayi laki-laki dilahirkan dengan kadar estrogen yang jauh lebih tinggi daripada normal. Ini adalah faktor risiko utama untuk kanker payudara pada pria, karena pria dengan kondisi ini 20 kali lebih mungkin mengembangkan kanker payudara daripada populasi laki-laki pada umumnya.

3. Mutasi pada gen

Ini dianggap memainkan peran penting. Misalnya, mutasi yang dikenal sebagai mutasi BRAC2 telah ditemukan sekitar 5 persen pria dengan kanker payudara pada pria.

Baca juga: Kembalinya Kanker Payudara Pada Pria

Diagnosis Kanker Payudara pada Pria

Teknik yang sama yang digunakan untuk mendiagnosa kanker payudara pada wanita yang digunakan pada pria: ujian fisik, mamografi, dan biopsi (memeriksa sampel kecil jaringan di bawah mikroskop).

Demikian juga, perawatan yang sama yang digunakan dalam mengobati kanker payudara pada wanita – pembedahan, radiasi, kemoterapi, terapi biologi, dan terapi hormon – juga digunakan untuk mengobati kanker payudara pada pria. Satu perbedaan utama adalah bahwa pria dengan kanker payudara merespons terapi hormon jauh lebih baik daripada respons wanita. Sekitar 90% dari kanker payudara laki-laki memiliki reseptor hormon, yang berarti bahwa terapi hormon dapat bekerja di sebagian besar pria untuk mengobati kanker.

Nah, sekarang sudah tahu kan tentang kanker payudara pada pria? Jadi, mulai sekarang jaga kesehatan pada payudara kalian, para pria!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...