Langsung ke konten utama

Jangan Asal, Ini 4 Aturan Penting Pilih Makanan untuk Perkembangan Otak Anak

DokterSehat.Com– Anda tentu sudah sering mendengar tentang periode emas atau golden age pada anak-anak bukan? Ya, golden age merupakan masa 2-3 tahun pertama kehidupan anak.

Periode emas ini merupakan masa tumbuh kembang anak yang paling vital, karena pada masa ini anak mengalami banyak pertumbuhan dan perkembangan dari sisi fisik, mental, intelektual, hingga emosional anak.

Masa ini tentu menjadi masa penting yang akan menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Selain memberikan paparan kasih sayang dan pendidikan yang tepat, asupan zat dan gizi dari makanan merupakan hal yang juga perlu diperhatikan.

Selain asupan zat dan gizi secara umum, yaitu zat gizi makro dan mikro yang penting untuk tumbuh kembang fisik anak, asupan gizi untuk otak juga tak boleh dilupakan.

memahami-penyebab-anak-pendiam-doktersehatHal ini disebabkan, perkembangan mental dan intelektual anak akan semakin optimal jika asupan gizi untuk otaknya juga optimal.

Sehingga, memilih makanan yang mampu mendukung perkembangan otak anak juga harus dilakukan dengan cermat.

Berikut 4 aturan penting yang perlu diperhatikan saat memilih makanan untuk perkembangan otak anak:

1. Memilih makanan yang kandungan indeks glikemiknya tidak tinggi

biskuit_doktersehat_2
Photo Source: Flickr/j-k-mitchell

Salah satu asupan zat gizi yang diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang otak adalah gula atau glukosa. Biasanya gula ini diperoleh dari bahan makanan berkarbohidrat.

Untuk anak-anak, pilihan gula untuk asupan yang tepat, sebaiknya diperoleh dari bahan makanan berkarbohidrat kompleks yang rendah indeks glikemik. Hal ini baik untuk mencukupi asupan gizi untuk otak tanpa banyak memengaruhi kadar gula darah dalam tubuh anak.

Hindari memberi asupan gula dari karbohidrat sederhana atau gula buatan, misalnya sirup berpemanis, atau makanan dengan pemanis buatan.

Pilihan makanan sumber karbohidrat yang baik untuk anak adalah: beras merah, umbi-umbian, misalnya ubi atau kentang, dan roti gandum.

2. Pilih makanan sumber lemak esensial, atau omega 3 dan 6

doktersehat-salmon
photo credit : pexels.com

Zat gizi yang penting untuk tumbuh kembang otak anak selanjutnya adalah asam lemak esensial.

Asam lemak esensial yang paling banyak dibutuhkan anak adalah omega 3 dan 6 yang penting untuk pembentukan dan perkembangan sel kecerdasan otak anak.

Pilihan makanan yang banyak mengandung asam lemak esensial untuk anak adalah:
biji-bijian, misalnya biji bunga matahari, kacang-kacang, misalnya kacang almond, dan lauk hewani, utamanya ikan tinggi omega 3, seperti tuna, salmon, minyak ikan, dan telur.

3. Pilih makanan padat gizi, vitamin dan mineral

Asupan zat gizi mikro, yaitu vitamin dan mineral, juga penting untuk tumbuh kembang otak anak. Memilih makanan yang padat kandungan gizinya bisa menjadi salah satu cara yang tepat untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral otak anak.

Hal ini bisa dilakukan dengan memilih bahan makanan padat gizi sebagai bagian dari makanan harian.

Pilihan bahan makanan padat gizi yang baik untuk anak adalah: makanan dari gandum utuh, misalnya sereal atau biskuit gandum, makanan berprotein hewani, misalnya ikan, hati, dan telur, buah dan sayur yang padat gizi, misalnya brokoli, bayam, buah kiwi, buah jambu, pisang, dan apel.

4. Hindari makanan dengan bahan tambahan pangan

doktersehat-belanja
Photo Credit: Flickr.com/ Daniel Orth

Agar penyerapan kebutuhan zat dan gizi untuk otak anak bisa sempurna, hindari memberikan anak makanan dengan tambahan pangan buatan. Misalnya pemanis buatan, natrium dan lemak pada makanan kemasan.

Ketiga zat gizi ini cenderung mengganggu penyerapan zat gizi alami, selain itu, anak yang terbiasa mengonsumsi makanan atau minuman kemasan tinggi gula, garam dan lemak, cenderung ketagihan dan sulit menerima rasa makanan alami yang lebih sehat dan padat gizi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...