Langsung ke konten utama

Cara Meningkatkan Metabolisme dalam Tubuh yang Telah Menurun

perut-buncit-doktersehat
photo credit : pexels.com

DokterSehat.Com– Metabolisme memiliki pengaruh terhadap penurunan dan kenaikan berat badan. Sebab, metabolisme merupakan suatu proses alami tubuh yang mengubah makanan menjadi energi. Kemudian, energi tersebut dibakar dan digunakan untuk beraktivitas sehari-hari.

Artinya, saat sistem metabolisme di dalam tubuh meningkat, maka semakin banyak makanan yang diubah menjadi energi sehingga tidak menumpuk menjadi lemak. Begitupun sebaliknya, jika metabolisme menurun dan lambat, maka makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak akan diproses dengan baik.

Akan tetapi, tidak sedikit orang yang memiliki masalah terhadap metabolime yang disebabkan oleh beberapa hal sehingga menjadi menurun. Untuk memperbaikinya, berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan metabolisme dalam tubuh, diantaranya:

1. Minum Teh Hijau

Seperti yang Anda tahu bahwa teh hujau memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh, termasuk saat sedang ingin menurunkan berat badan. Teh hijau ternyata dapat bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme dalam tubuh karena senyawa aktif catechin, teh hijau terbukti dapat meningkatkan metabolisme tubuh hingga 4-5 persen. Selain itu, teh hijau juga mampu mengubah lemak yang menumpuk di dalam tubuh menjadi asam lemak yanh berperan aktif dalam pembakaran lemak.

2. Konsumsi Makanan Pedas

Menurut sebagian besar orang, mengonsumsi makanan pedas sangatlah nikmat. Maka tak heran jika banyak orang yang menyukainya. Selain nikmat, makanan pedas juga bisa membantu Anda meningkatkan metabolisme di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan capsaicin, senyawa yang ditemukan dalam makanan pedas seperti cabai dan lada bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan mempertahankan berat badan yang sehat.

3. Konsumsi Protein

Protein merupakan salah satu nutrisi yang sangat diperlukan dalam menurunkan berat badan, juga dalam meningkatkan sistem metabolisme. Konsumsi protein yang banyak bisa membantu Anda membakar lemak lebih banyak. Selain itu, protein juga berguna saat Anda sedang diet karena bisa membantu mengendalikan rasa lapar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...