Langsung ke konten utama

Bahaya Minum Air Saat Makan Donat

donat_doktersehat_2
Photo Source: Flickr/mbrochh

DokterSehat.Com– Siapa sih yang tidak suka dengan donat? Meskipun dianggap sebagai camilan yang tidak sehat karena bisa menaikkan berat badan, kelezatan donat sangatlah sulit untuk ditolak. Kita memang sebaiknya membatasi asupan camilan berbentuk bulat dengan lubang di tengah ini.

Selain itu, pakar kesehatan juga menyarankan kita untuk tidak minum air saat makan donat. Apa alasannya?

Kita cenderung mengonsumsi air saat makan donat karena lidah terasa enek akibat sensasi manis yang sangat terasa. Tak hanya berasal dari bahan utamanya, yakni terigu, topping donat yang bisa berupa cokelat, selai, dan rasa-rasa lainnya juga bisa membuat kita enek sehingga kita pun ingin minum air demi membuat lidah kembali terasa netral.

Sayangnya, jika kita melakukannya maka risiko untuk mengalami kenaikan kadar gula darah cenderung meningkat dengan signifikan. Dilansir dari Daily Mail, para peneliti yang berasal dari Suriname menemukan fakta bahwa partisipan yang mengonsumsi satu buah donat sambil minum air cenderung memiliki kadar gula darah lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi dua buah donat namun tidak minum air.

Yang menjadi masalah adalah jika sampai kadar gula darah meningkat dengan signifikan, maka risiko terkena diabetes dan obesitas juga ikut naik.

Menurut para peneliti, minum air saat makan donat bisa membuat proses penyerapan gula jauh lebih cepat. Glukosa pun kemudian akan lebih cepat memasuki jaringan tubuh sehingga membuat kadar gula darah meningkat.

Pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk tidak minum air tatkala mengonsumsi makanan manis demi mencegah datangnya kenaikan berat badan dan diabetes.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...