Langsung ke konten utama

Apa Saja Penyebab dan Gejala Dermatitis Atopik? Cek di Sini

Doktersehat-dermatitis-atopik
Photo Credit: Flickr.com/socialmediasl444

DokterSehat.Com – Apa itu dermatitis atopik? Dermatitis atopik atau biasa disebut eksim atopik merupakan salah satu bentuk peradangan pada kulit. Gambaran awalnya pada kulit berupa vesikel atau plenting (gelembung kecil berisi cairan jernih) dengan dasar yang kemerahan. Vesikel atau plenting ini dapat pecah sehingga cairan yang berada di dalamnya keluar dan mengering di permukaan kulit.

Penyebab Dermatitis Atopik

Umumnya, dermatitis atopik disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Orang-orang dengan eksim cenderung memiliki kadar imunoglobulin E (IgE) yang tinggi di dalam darahnya. Penyakit kulit ini bukan disebabkan oleh infeksi. Penyakit ini bersifat kambuh-kambuhan dan dapat dipicu oleh hal-hal berikut, antara lain:

  • Kondisi kulit yang terlalu kering.
  • Sabun, detergen, dan bahan rumah tangga lain.
  • Lotion kulit.
  • Bahan pakaian yang tidak tepat.
  • Berkeringat berlebihan.
  • Bakteri Staphylococcus, yang secara normal ada di permukaan kulit.

baca juga: 7 Penyebab Kulit Bersisik yang Harus Anda Waspadai, Berbahaya?

Tanda dan Gejala Dermatitis Atopik

Biasanya, gejala yang pertama kali muncul adalah rasa gatal yang dapat memberat hingga mengganggu aktivitas. Kemudian, muncul ruam kemerahan yang kasar. Ruam tersebut dapat terasa gatal atau panas.

Jika digaruk, ruam akan melepuh dan mengering di permukaan kulit. Pada orang dewasa, aktivitas ini dapat menyebabkan penebalan kulit. Meskipun ruam ini dapat ditemukan di seluruh tubuh, pada orang dewasa umumnya sering muncul di leher, lipatan siku, dan lipatan lutut. Pada bayi, ruam biasanya muncul di badan dan wajah.

Akan tetapi, dermatitis atopik atau eksim atopik  ini umumnya muncul pada anak-anak. Dermatitis atopik biasanya juga menyerang orang yang memiliki sejarah keluarga penderita eksim, asma, hay fever dan kerusakan pelindung kulit.

Dermatitis atopik ini dapat muncul di bagian tubuh mana saja, terutama di bagian kulit yang memiliki lipatan. Beberapa tempat yang sering menjadi lokasi kemunculan dermatitis atopik adalah:

  • Kaki.
  • Tangan.
  • Bagian dalam siku.
  • Bagian belakang lutut.
  • Wajah dan kulit kepala.

Kulit yang kering dan terasa sangat gatal bisa menjadi gejala awal kondisi dermatitis atopik. Kulit akan mengalami iritasi dan memerah ketika Anda mulai menggaruk bagian kulit yang terasa gatal.

Terkadang, area yang mengalami radang tersebut dapat terserang infeksi. Seluruh gejala seperti kulit kering, gatal-gatal, dan inflamasi akan muncul dan menghilang. Selama ini terjadi, lapisan kulit akan menebal sehingga kulit terasa kasar.

Pengobatan Dermatitis Atopik

  • Cara yang paling mudah dan paling efektif adalah dengan menghilangkan penyebab alergi, misalnya dengan mengganti sabun yang dipakai atau mengganti pakaian yang dikenakan.
  • Jagalah kelembapan kulit dengan cara membasahi dengan air hangat secara teratur atau menggunakan lotion pelembap kulit.
  • Jangan mengenakan pakaian ketat atau berbahan kasar.
  • Bila gatal, sebaiknya jangan digaruk. Bagian yang gatal dapat diolesi dengan pelembap untuk mengurangi rasa gatal.
  • Hindari olahraga berlebihan pada saat sedang kambuh, karena keringat berlebihan dapat memicu timbulnya gatal.
  • Hindari stres emosional.
  • Jagalah daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup.
  • Dapat juga menggunakan obat-obat antiinflamasi yang dijual bebas, misalnya krim kortikosteroid (contoh: hidrokortison 1%) atau tablet diphenhydramine (efek samping mengantuk).

baca juga: Mengenal Gejala dan Penyebab Penyakit Eksim

Anda harus segera mendapatkan penanganan dokter apabila:

  • Jika ruam dan gatal tidak membaik dengan penggunaan krim kortikosteroid dua kali sehari.
  • Jika gejala dirasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Jika kulit mengalami luka (misalnya karena terus menerus digaruk) sehingga menimbulkan infeksi kulit (gejala infeksi antara lain: tampak semakin merah, nyeri, atau muncul benjolan yang mengeluarkan nanah).
  • Penderita dengan penyakit tertentu, misalnya diabetes, AIDS, lansia, atau sedang menjalani kemoterapi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...