Langsung ke konten utama

7 Hal Tentang Hiserektomi yang Jarang Diketahui Wanita

doktersehat hiserektomi pada wanita

DokterSehat.Com – Hiserektomi adalah salah satu operasi yang umum terjadi pada wanita di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Operasi ini dilakukan untuk mengangkat sebagian atau semua uterus atau rahim wanita. Pengambilan ini dilakukan karena rahim mengalami gangguan seperti kanker atau munculnya fibroid atau mioma yang parah.

Wanita yang mengalami hiserektomi memang tidak akan bisa mengalami kehamilan. Pasalnya rahim yang digunakan untuk implantasi janin tidak ada. Selain masalah tidak bisa hamil, ada hal lain terkait dengan hiserektomi yang tidak diketahui oleh banyak orang khususnya wanita yang mengalaminya. Berikut beberapa hal tentang hiserektomi yang jarang diketahui wanita.

  1. Masih bisa menikmati seks

Sebagian  besar wanita khawatir kalau hiserektomi dilakukan, mereka akan kehilangan kehidupan seks  mengalami hiserektomi tidak serta-merta membuat wanita tidak bercinta lagi. Mereka masih bisa melakukannya dan mendapatkan kenikmatan asal luka bekas hiserektomi sudah sembuh.

Faktor penentu bisa atau tidaknya seks dilakukan adalah jenis hiserektomi. Kalau jenis parsial atau sebagian saja mungkin tidak akan berpengaruh banyak hal pada kesehatan seks wanita.

  1. Wanita tidak langsung alami menopause

Wanita yang diangkat rahimnya saja tidak akan langsung mengalami menopause secara instan. Barang kali wanita tidak akan mengalami menstruasi dan kemungkinan hamilnya tidak ada. Namun, sel telur kemungkinan masih bisa diproduksi meski kemungkinan hamilnya tidak ada.

Beberapa tanda menopause seperti rasa panas di tubuh yang berlebihan hingga gangguan pada tulang mungkin saja ada.

  1. Ovarium kadang diangkat juga

Hiserektomi biasanya dilalkukan kalau ada mioma yang menyebar di sekitar rahim hingga menyebar ke dekat area ovarium. Kalau sampai mengenai ovarium dan menyebabkan gangguan, hiserektomi yang dilakukan bisa saja mengangkat ovarium juga baik semua atau sebagian saja.

Mioma yang sudah parah khususnya yang tumbuh di lapisan luar otot rahim bisa menyebabkan rasa sakit hebat dan perdarahan. Kalau tidak segera diatasi bisa merugikan wanita.

  1. Ada gangguan fisik dan hormon

Gangguan yang akan dialami oleh wanita pasca hiserektomi tidak hanya gangguan fisik saja, tapi juga hormon Wanita akan mengalam cukup banyak perubahan pada tubuhnya sehingga beberapa dokter menyarankan melakukan terapi estrogen meski ada efek samping yang akan didapatkan seperti gangguan kardiovaskular.

  1. Ada beberapa cara menghindari hiserektomi

Hiserektomi hanya dilakukan kalau kondisi mioma yang ada di otot luar uterus atau rahim sudah membesar dan membentuk semacam organ baru. Kalau sudah seperti ini hiserektomi memang harus dilakukan segera mungkin. Namun, kalau belum parah bisa melakukan laparoskopi atau metode sejenis untuk memotong pembuluh darah mioma.

  1. Hiserektomi mungkin mencegah beberapa tipe kanker

Hiserektomi memang memberikan efek yang cukup banyak dan besar pada wanita khususnya fungsi reproduksinya. Namun, kalau hiserektomi dilakukan dengan pengangkatan organ lain seperti ovarium peluang terjadi kanker ovarium bisa menurun dan kemungkinan wanita meninggal akibat penyakit ini menurun hingga 80 persen.

  1. Penyembuhan psikologi pasca hiserektomi cukup panjang

Hiserektomi mengenai banyak aspek pada kehidupan wanita. Tidak hanya secara fisik saja, tapi juga psikologi. Oleh karena itu, pria yang menjadi pasangan sudah seharusnya memperhatikan kondisi kesehatan jiwa dari pasangannya karena proses penyembuhan akan panjang.

Wanita akan alami depresi, perasaan menyerang, dan perasaan tidak nyaman lainnya. Karena tidak memiliki kemungkinan hamil, wanita jadi kebingungan sendiri dan merasa bersalah dengan pasangannya.

Inilah tujuh hal tentang hiserektomi yang jarang sekali diketahui oleh wanita dan pasangannya. Semoga setelah membaca ulasan di atas, Anda jadi lebih tahu masalah dan penyelesaiannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...