Langsung ke konten utama

6 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Prostat

doktersehat makanan terbaik untuk prostat

DokterSehat.Com – Prostat adalah organ yang cukup penting untuk pria meski ukurannya sangat kecil di dekat saluran kemih. Kelenjar ini berperan dalam proses reproduksi pria. Kalau prostat mengalami gangguan seperti pembengkakan atau kanker, pria bisa kehilangan kemampuan seks, reproduksi, hingga berisiko alami gangguan kesehatan parah.

Karena prostat memiliki peranan yang sangat penting untuk pria, mereka sudah sepantasnya menjaga organ kecil ini dengan baik. Cara termudah untuk menjaga kesehatan prostat adalah dengan tidak menerapkan gaya hidup tidak sehat hingga mengonsumsi makanan terbaik di bawah ini.

  1. Ikan laut berlemak

Konsumsi ikan laut berlemak seperti tuna dan salmon cukup bermanfaat untuk menjaga kesehatan dari prostat. Ikan laut mengandung asam lemak sehat seperti omega-3 yang menjaga peredaran darah dan menurunkan risiko pria terkena tekanan darah tinggi dan gangguan kardiovaskular lainnya.

Ikan laut berlemak juga mengandung zat anti-inflamasi yang cukup banyak. Zat ini akan menjaga prostat dengan baik dan mencegah terjadinya pembengkakan dan munculnya sek kanker akibat rangsangan radikal bebas dari luar.

  1. Buah beri

Buah beri yang memiliki banyak jenis itu bermanfaat untuk banyak hal. Pertama adalah memberikan asupan serat yang cukup tinggi. Pria tidak akan mengalami gangguan pencernaan. Selanjutnya kandungan vitamin C yang tinggi juga membuat pria tidak mudah sakit dan selalu sehat setiap saat.

Pria yang rutin mengonsumsi buah beri juga akan mendapatkan perlindungan prostat yang sempurna. Zat anti radikal bebas yang dimiliki oleh buah beri bisa menurunkan gangguan prostat seperti BPH yang tidak berpotensi kanker. Meski tidak ada potensi kanker, pria akan merasakan sakit yang cukup hebat. Bahkan kemungkinan ada darah pada air mani cukup besar.

  1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan kacang tanah, walnut, amond, dan pistachio mengandung asam lemak yang baik untuk prostat. Namun, pria harus mengonsumsinya dalam jumlah yang tepat dan terbatas. Kalau mengonsumsi setiap hari dalam jumlah banyak akan membuat mereka alami gangguan.

Kacang-kacangan dengan konsumsi yang tepat bisa menurunkan kolesterol jahat di dalam tubuh. Selain itu, kacang-kacangan tertentu juga mengandung banyak sekali selenium. Seperti yang kita tahu semua, selenium adalah zat yang bisa membantu penurunan risiko kanker prostat kalau dikonsumsi bersamaan dengan kedelai dan olahannya.

  1. Kacang polong dan sejenisnya

Kacang-kacangan seperti kacang merah mengandung banyak sekali gizi mulai dari protein hingga karbohidrat. Selain itu, gizi lain dari kacang merah dan jenis kacang lain seperti polong juga membuat prostat menjadi sehat dan fungsinya berjalan dengan lancar.

  1. The hijau

Teh hijau mengandung polifenol yang merupakan antioksidan yang baik untuk tubuh. Mengonsumsi teh hijau apa pun bentuknya bisa melindungi prostat dengan sempurna. Selain itu teh hijau juga membuat pria bisa menurunkan berat badannya dengan mudah.

Seperti yang kita tahu sendiri, prostat juga bisa mengalami penurunan fungsi kalau pria alami kegemukan. Jadi, mengonsumsi teh hijau akan mendapatkan manfaat ganda.

  1. Semangka

Semangka sangat direkomendasikan untuk pria karena mengandung banyak vitamin A dan C yang baik untuk kesehatan. Selain itu, semangka yang kaya air dan pencegah dehidrasi ini juga mengandung banyak sekali likopen yang bermanfaat untuk antioksidan. Mengonsumsi semangka dalam jumlah yang tepat bisa mencegah kanker prostat.

Likopen yang masuk ke dalam tubuh bisa menyebar dan menjaga organ dalam termasuk prostat yang sangat penting. Semangka akan membuat pria lebih sehat dan proses berkemih serta ejakulasinya berjalan dengan lebih lancar.

Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda semuanya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...