Langsung ke konten utama

Mitos Keputihan yang Salah Kaprah ini Harus Dihindari Wanita

doktersehat mitos keputihan wanita

DokterSehat.Com – Keputihan sebenarnya hal yang biasa pada wanita dan hampir setiap bulan akan mengalaminya. Namun, keputihan yang dianggap normal adalah keputihan yang dipicu oleh ovulasi dan masa subur. Kalau keputihan yang muncul justru memberikan dampak negatif pada vagina, kondisi patogen sedang terjadi.

Sayangnya tidak semua tahu dengan lebih rinci kalau keputihan itu jenisnya ada dua dan dampaknya bermacam-macam. Yang mereka tahu, keputihan adalah kondisi vagina mengeluarkan cairan putih kental dengan konsistensi yang unik.

Nah, karena pengetahuan masyarakat awam terkait dengan keputihan yang tidak sempurna, ada kalanya mitos-mitos sering dipercayai. Beberapa wanita mempercayai beberapa hal terkait keputihan di bawah ini adalah salah kaprah dan menyesatkan.

  1. Kalau alami keputihan langsung minum antibiotik

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, masyarakat awam sulit membedakan mana keputihan yang disebabkan bakteri dan alami. Kalau keputihan disebabkan oleh mekanisme tubuh saat akan ovulasi, wanita tidak perlu mengonsumsi pil antibiotik karena bisa membuat tubuh resistan di kemudian hari.

Kalau keputihan yang dialami jenis patogen, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Dengan pemeriksaan ini dokter akan memberikan obat dengan dosis yang tepat. Kalau dosisnya berlebihan bisa menyebabkan tubuh kebal dan di kemudian hari bisa berbahaya.

Wanita tidak boleh sedikit-sedikit mengonsumsi pil antibiotik. Meski di luaran sana antibiotik bisa dengan mudah didapatkan, ada baiknya untuk melakukan konsultasi dulu dengan dokter agar penanganan bisa berjalan dengan baik.

  1. Menggunakan sabun khusus vagina bisa atasi keputihan

Wanita cenderung menggunakan sabun khusus yang diklaim bisa membuat vagina jadi lebih kesat dan lendirnya hilang. Sabun ini bisa membuat keputihan hilang dengan sendirinya sehingga wanita tidak perlu menggunakan obat-obatan yang memberikan efek miring pada tubuh.

Sebenarnya sebelum menggunakan sabun khas vagina, wanita harus tahu dulu jenis keputihan yang dialami. Kalau keputihannya kategori biasa mungkin tidak perlu, cukup air. Kalau ada keputihan patogen gunakan seperlunya dan jangan berlebihan karena bisa mengganggu pH dari vagina.

Setelah menggunakan sabun cuci khas vagina setiap hari, vagina akan mengalami perubahan lingkungan. Bakteri baik yang ada di dalamnya bisa saja mati sehingga memudahkan bakteri dari laur masuk.

  1. Keputihan yang terjadi pada wanita bisa hilang dengan sendirinya

Keputihan bisa hilang dengan sendirinya, tapi keputihan yang mana dulu? Kalau keputihan yang disebabkan oleh proses ovulasi mungkin tidak akan masalah dan hilang begitu memasuki masa menstruasi. Keputihan akan muncul lagi di bulan selanjutnya atau beberapa hari setelah menstruasi berakhir.

Kalau keputihan yang terjadi pada wanita jenis patogen, membiarkannya sembuh sendiri adalah hal yang sangat dilarang. Pasalnya bakteri yang melakukan infeksi di dalam vagina bisa merembet ke saluran kemih dan organ lain di sekitarnya. Kalau sampai kondisinya menjadi parah, wanita sendiri yang akan menderita sakit.

  1. Rebusan daun sirih bisa atasi lendir yang berlebihan

Sifat dari sirih memang sama dengan bawang putih, melawan bakteri atau mikroba lainnya. Sayangnya, penggunaan sirih yang berlebihan pada vagina justru tidak memberikan solusi pada keputihan patogen. Mengapa demikian? Karena keasaman dari vagina akan mengalami gangguan.

Kalau keasaman dari vagina mengalami gangguan, ada beberapa hal yang akan terjadi. Pertama flora normal yang ada di dalamnya akan mengalami gangguan dan mati. Selanjutnya wanita mudah sekali mengalami infeksi yang berlebihan pada vagina.

Inilah mitos keputihan yang sering sekali muncul di sekitar kita dan cukup menyesatkan. Semoga setelah ini kita lebih paham tantang keputihan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan dan Kecantikan

Photo Credit: Flickr.com/kanwal naveed DokterSehat.Com  – Meski cuka apel dibuat dari air apel yang difermentasi menjadi alkohol, cairan ini dipercaya menjadi salah produk perawatan kecantikan. Selain bisa menghilangkan berbagai penyakit, khasiat cuka apel juga ampuh untuk menghilangkan noda hitam di wajah serta membantu mencerahkan kulit . Namun di balik manfaat cuka apel, minuman yang dihasilkan dari bakteri dan ragi ini ternyata memiliki efek samping. Di dalam kandungan cuka apel terkandungan asam yang cukup tinggi sehingga bisa memberikan efek panas di kulit, bahkan menyebabkan iritasi. Dalam beberapa kasus, penggunaan cairan dari apel ini yang salah bisa menimbulkan bekas luka bakar pada kulit. Guna menghindari hal tersebut, maka jangan pernah menggunakan cuka apel langsung pada kulit. Sebelum menggunakannya, Anda perlu mencampurkannya dengan air untuk mengurangi tingkat keasamannya. baca juga:  Manfaat Merendam Kaki dengan Cuka Apel dan Cara Membuatnya Pada beberapa kasus, A...

7 Hal Penting Tentang Kacamata Anti Radiasi

DokterSehat.Com – Apakah Anda sering berada di depan komputer dan sering merasakan kelelahan pada mata? Mungkin Anda pernah mendengar sebuah solusi untuk masalah Anda ini yaitu dengan menggunakan kacamata anti radiasi. Mungkin hal ini membuat Anda mempertimbangkan penggunaan kacamata anti radiasi. Namun, sebelum Anda menggunakan kacamata anti radiasi sebaiknya ketahuilah beberapa hal penting di bawah ini terkait kacamata anti radiasi. Baca terus untuk mengetahui tentang latar belakang dan apa itu kacamata anti radiasi, efektivitas, cara kerja, harga kacamata anti radiasi, keunggulan kacamata anti radiasi, kelemahan kacamata anti radiasi. Latar Belakang Penggunaan Kacamata Anti Radiasi Di zaman yang semakin digital, orang-orang semakin banyak mencurahkan waktunya dengan aktivitas digital yakni dengan berada di depan layar gadget baik berupa komputer, laptop, handphone, dan tablet. Kondisi ini telah membuat banyak orang yang mengalami beberapa keluhan pada mata yang sering disebut ...

4 Kebiasaan Salah yang Membuat Menu Sarapan Bubur Jadi Tinggi Lemak!

DokterSehat.Com – Apakah menu sarapan Anda hari ini? Salah satu menu sarapan yang cukup populer di Indonesia adalah bubur . Sarapan dengan bubur memang super nikmat, selain itu menu bubur juga bisa menjadi menu sarapan yang praktis dan bergizi seimbang. Bubur cukup mudah disiapkan, biasanya disajikan dengan berbagai toping dan beragam kuah tergantung dengan olahan bumbu yang khas di masing-masing daerah. Akan tetapi, sarapan dengan bubur bukan berarti tidak memiliki risiko , lho. Kebiasaan makan bubur yang meningkatkan kandungan lemak Bubur yang biasanya disajikan dengan banyak toping, justru rentan membuat kita memilih bahan baku yang berlemak dan hanya kaya cita rasa saja. Hal ini secara tidak langsung akan menyebabkan asupan lemak dalam tubuh di awal hari menjadi tinggi. Lebih lanjut, asupan lemak yang tinggi saat sarapan akan menyebabkan metabolisme tubuh menjadi berat, tubuh menjadi lemas dan risiko terjadinya gangguan pencernaan semakin besar. Untuk itu, kita sebaiknya meng...