Langsung ke konten utama

7 Mitos Kehamilan dan Ovulasi yang Sangat Menyesatkan

mitos-hamil-dan-ovulasi-doktersehat

DokterSehat.Com – Masalah kehamilan dan ovulasi cukup sensitif di kalangan pasangan yang baru saja menikah atau mereka yang belum juga diberi momongan. Berbagai isu atau kabar tidak benar sering berseliweran dan menyebabkan rasa takut atau kesalahpahaman yang cukup besar. Akibat hal ini banyak sekali pasangan yang akhirnya salah jalan.

Nah, agar masalah kehamilan dan juga ovulasi ini tidak menyebabkan seseorang jadi salah persepsi dan tidak mendapatkan kehamilan. Ada baiknya kita meluruskan satu-satu mana saja yang merupakan mitos dan bagaimana fakta yang sesungguhnya sehingga kita bisa lebih paham.

Berikut beberapa mitos tentang kehamilan dan ovulasi yang sering dipercaya oleh banyak masyarakat.

  1. Tidak hamil setelah dua bulan berarti ada yang mandul

Faktanya, pasangan bisa hamil dalam enam bulan pertama memiliki persentase sekitar 68 persen. Sementara itu setelah menikah setahun kemungkinannya bisa meningkat hingga 90 persen. Yang perlu dikhawatirkan adalah saat Anda sudah menikah setahun dan belum juga ada tanda kehamilan.

  1. Masa subur datang pada hari ke-14 pasca menstruasi

Masa subur tidak selalu 14 hari setelah menstruasi. Pada wanita yang memiliki siklus menstruasi pendek bisa kurang dari itu sementara pada wanita yang siklusnya panjang bisa lebih dari itu.

  1. Tidak bisa hamil kalau melakukan seks ketika menstruasi

Sperma bisa hidup di dalam tubuh wanita selama 5 hari. Kalau wanita dengan siklus menstruasi pendek bercita di akhir siklusnya, kemungkinan hamil tetap ada. Pasalnya saat sel telur keluar, sperma masih bertahan hidup di tuba falopi dan bisa langsung melakukan pembuahan.

  1. Kehamilan bisa terjadi kalau bercinta setelah ovulasi muncul

Umur dari ovarium hanya 12-24 jam setelah dikeluarkan. Kalau pasangan telat melakukan seks, kemungkinan kehamilan tidak akan terjadi. Oleh karena itu melakukan seks 1-2 hari sebelum masa ovulasi lebih disarankan.

  1. Bercinta setiap hari bisa mempercepat kehamilan

Bercinta setiap hari hanya akan membuat pasangan capai. Pria juga tidak bisa menghasilkan sperma dalam jumlah banyak dan berkualitas. Biasanya seks dianjurkan untuk dilakukan setiap 2-3 hari sekali agar jumlah sperma yang dihasilkan bisa maksimal. Selain itu sel telur juga tidak dikeluarkan setiap hari.

  1. Bisa ovulasi sama artinya dengan bisa hamil

Saat ovulasi wanita akan mengeluarkan sel telur ke tuba falopi. Saat sel telur keluar, kesempatan untuk mendapatkan kehamilan akan tinggi. Namun, memiliki sel telur saja tidak akan secara otomatis membuat wanita hamil. Ada beberapa faktor yang memengaruhi bisa atau tidaknya wanita mengalami kehamilan.

Pertama sperma yang ikut masuk ke dalam tuba falopi. Kalau spermanya tidak sehat dan berkualitas, pembuahan akan gagal. Selain itu kalau di area rahim ada masalah seperti endometriosis atau mioma, kemungkinan kehamilan juga akan rendah.

  1. Kontrasepsi memicu kemandulan

Fungsi dari alat kontrasepsi adalah mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Dengan menggunakan kontrasepsi entah itu pil atau IUD, sperma akan ditahan untuk masuk ke dalam tuba falopi. Akhirnya pembuahan tidak akan terjadi dan Anda aman meski melakukan seks dan mendapatkan ejakulasi di dalam tubuh.

Setelah alat kontrasepsi di lepas, seorang wanita akan subur kembali dan bisa hamil. Mitos yang mengatakan wanita menjadi tidak subur adalah salah kaprah karena kesuburan akan berangsur-angsur kembali.

Dari tujuh mitos tentang kehamilan di atas, mana saja yang sering Anda dengar atau mungkin dipercayai? Semoga setelah mengetahui hal di atas, kita bisa lebih bijak dalam menyaring informasi, ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan dan Kecantikan

Photo Credit: Flickr.com/kanwal naveed DokterSehat.Com  – Meski cuka apel dibuat dari air apel yang difermentasi menjadi alkohol, cairan ini dipercaya menjadi salah produk perawatan kecantikan. Selain bisa menghilangkan berbagai penyakit, khasiat cuka apel juga ampuh untuk menghilangkan noda hitam di wajah serta membantu mencerahkan kulit . Namun di balik manfaat cuka apel, minuman yang dihasilkan dari bakteri dan ragi ini ternyata memiliki efek samping. Di dalam kandungan cuka apel terkandungan asam yang cukup tinggi sehingga bisa memberikan efek panas di kulit, bahkan menyebabkan iritasi. Dalam beberapa kasus, penggunaan cairan dari apel ini yang salah bisa menimbulkan bekas luka bakar pada kulit. Guna menghindari hal tersebut, maka jangan pernah menggunakan cuka apel langsung pada kulit. Sebelum menggunakannya, Anda perlu mencampurkannya dengan air untuk mengurangi tingkat keasamannya. baca juga:  Manfaat Merendam Kaki dengan Cuka Apel dan Cara Membuatnya Pada beberapa kasus, A...

7 Hal Penting Tentang Kacamata Anti Radiasi

DokterSehat.Com – Apakah Anda sering berada di depan komputer dan sering merasakan kelelahan pada mata? Mungkin Anda pernah mendengar sebuah solusi untuk masalah Anda ini yaitu dengan menggunakan kacamata anti radiasi. Mungkin hal ini membuat Anda mempertimbangkan penggunaan kacamata anti radiasi. Namun, sebelum Anda menggunakan kacamata anti radiasi sebaiknya ketahuilah beberapa hal penting di bawah ini terkait kacamata anti radiasi. Baca terus untuk mengetahui tentang latar belakang dan apa itu kacamata anti radiasi, efektivitas, cara kerja, harga kacamata anti radiasi, keunggulan kacamata anti radiasi, kelemahan kacamata anti radiasi. Latar Belakang Penggunaan Kacamata Anti Radiasi Di zaman yang semakin digital, orang-orang semakin banyak mencurahkan waktunya dengan aktivitas digital yakni dengan berada di depan layar gadget baik berupa komputer, laptop, handphone, dan tablet. Kondisi ini telah membuat banyak orang yang mengalami beberapa keluhan pada mata yang sering disebut ...

4 Kebiasaan Salah yang Membuat Menu Sarapan Bubur Jadi Tinggi Lemak!

DokterSehat.Com – Apakah menu sarapan Anda hari ini? Salah satu menu sarapan yang cukup populer di Indonesia adalah bubur . Sarapan dengan bubur memang super nikmat, selain itu menu bubur juga bisa menjadi menu sarapan yang praktis dan bergizi seimbang. Bubur cukup mudah disiapkan, biasanya disajikan dengan berbagai toping dan beragam kuah tergantung dengan olahan bumbu yang khas di masing-masing daerah. Akan tetapi, sarapan dengan bubur bukan berarti tidak memiliki risiko , lho. Kebiasaan makan bubur yang meningkatkan kandungan lemak Bubur yang biasanya disajikan dengan banyak toping, justru rentan membuat kita memilih bahan baku yang berlemak dan hanya kaya cita rasa saja. Hal ini secara tidak langsung akan menyebabkan asupan lemak dalam tubuh di awal hari menjadi tinggi. Lebih lanjut, asupan lemak yang tinggi saat sarapan akan menyebabkan metabolisme tubuh menjadi berat, tubuh menjadi lemas dan risiko terjadinya gangguan pencernaan semakin besar. Untuk itu, kita sebaiknya meng...